Our Blog

Tuliskan, dan Jadi Diri Sendiri

Tuliskan dan Jadi Diri Sendiri
writing-828911_960_720.jpg

Beberapa waktu ini saya berkomitmen untuk belajar dan terus belajar untuk menulis. Meski masih level amatiran, tidak membuat semangat saya surut untuk terus menulis. Ahaha curhat. Setelah beberapa waktu, saya berpikir bahwa kenapa saya tidak juga membagikan "sedikit" semangat, entah ada teman atau pembaca blog ini (mudah - mudahan) yang mau jadi penulis. haha.. jadi, tertulislah artikel ini.

Jadi begini,
Saya sependapat dengan bang Radit, yang berpendapat bahwa tulisan adalah sebuah karya seni pribadi, kita ga harus menjadi sama dengan orang lain, bisa aja kita menciptakan genre baru dalam dunia penulis. Dan hal itu memang benar, karena bang Radit mampu menjadi penulis novel humor yang sukses.

Saya juga mengutip beberapa baris kalimat indah dari novel mba Dee berjudul Filosopi Kopi :

Salju Gurun
[1998]
Di hamparan gurun yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir. Sekalipun nyaman engkau di tengah impitan sesamamu, takkan ada yang tahu jika kau melayang.

Di lingkungan gurun yang serbaserupa, untuk apalagi menjadi kaktus. Sekalipun hijau warnamu, engkau tersebar dimana – mana. Tak ada yang menangis rindu jika kau mati layu.

Di lanskap gurun yang mahaluas, lebih baik tidak menjadi oase. Sekalipun rasanya kau sendiri, burung yang tinggi akan melihat kembaranmu di sana sini.

Di gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi. Embun pagi takkan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekedar bergerak dua inci.

Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau... berbeda.

Begitulah beberapa paragraf penyemangat yang membuat saya makin yakin bahwa berbeda tidak selamanya buruk, dan jadi diri sendiri itu memang penting. Tak peduli seperti apapun tulisanmu, tetaplah jadi diri sendiri. 
Yang terpenting adalah menulis. Hanya, tuliskan saja.
Mba Dee dan bang Radit merupakan mentor secara tidak langsung bagi saya (berharap bisa langsung dimentorin suatu saat, Amin,, ahaha). Kalian, atau siapapun yang membaca ini juga bisa menemukan orang - orang yang bisa menjadi inspirasi kalian dalam menulis. 

Semoga lewat artikel singkat ini bisa menjadi semangat baru bagi yang mau belajar menulis.


Never Stop Learning! 
Salam,
-JU-




No comments:

Post a Comment

Never Stop Learn Designed by Templateism | Powered by Benuanta.ID Copyright © 2017

Theme images by richcano. Powered by Blogger.