Our Blog

Throwback To Another Side


Selamat pagi, tepatnya datang dari pukul 03:50 pagi, waktu Indonesia bagian barat. 

Demi memperjuangkan biaya yang sudah dikeluarkan untuk kuota malam, saya rela menghabiskan waktu untuk sekedar surfing dan browsing selama beberapa jam. Terhitung pukul 01 dini hari, paket kuota malam segera diaktifkan. Hm, sebuah hal yang menurut saya kurang adil dari provider penyedia jasa layanan internet. Sebab, apapula yang dilakukan seseorang pada waktu – waktu seperti itu selain tidur.

Masih dalam ruangan yang sama, sebuah ruangan yang saya tinggali sejak 2013 silam, dengan dinding sekat dan sebuah kipas kecil bertenaga tak lebih dari kipasan tangan sendiri saya dan adik saya harus bersabar dalam kondisi ini. Kami berdua tampaknya sama – sama betah untuk bertahan tetap terjaga malam ini, begitu pula tetangga kamar kami. Tak heran ia menyempatkan diri untuk minta sedikit kopi penopang matanya hingga sekarang.

Mengawali hari ini, saya bangun pukul 10 siang di sebuah hotel. Dengan langkah yakin, saya menjalani hari, mengerjakan apa yang harus dikerjakan, pelajari apa yang harus dipelajari, dan menutupnya dengan makan malam sederhana saya dengan pacar.

Sembari menghabiskan waktu dan kuota internet malam, saya pun iseng membuka file – file lama di laptop. Dan yang saya temukan adalah beberapa lembar, kumpulan tulisan saya sejak beberapa tahun silam. Memang menjadi seorang penulis sudah menjadi salah satu impian saya sejak dulu, mimpi itupun tetap berjalan hingga saat ini. Satu persatu file coretan yang saya buat dulu saya buka, dan saya merasa sedikit bangga (not over proud hihi) sebab siapa sangka seorang anak kampung, yang jauh dari pedalaman hutan Kalimantan bisa merangkai kalimat yang cukup menghibur pembaca. Berbekal motivasi dan semangat dari penulis – penulis handal, saya terus mengasah kemampuan saya untuk menulis. Memang, menulis tak semudah kedengarannya dan tak sesimpel katanya. Perlu pengalaman dan proses yang panjang, dan hal ini pun diakui oleh seorang professional sekaliber Dewi Lestari. Beliau berkata, salah satu hal yang penting dilakukan untuk bisa menulis adalah rajin membaca. Dorr! Hal yang cukup berat bagi saya seorang yang minat bacanya 50:50 (haha). Hingga tulisan ini dibuatpun, saya masih belum sepenuhnya punya minat membaca yang baik.

Saya melirik ke arah jam, disana sudah tertera waktu yang cukup larut, nyaris pagi. Sahutan Adzan sudah mulai terdengar syahdu dimana – mana, bahkan selang beberapa jam lagi, suara kicau burung penyambut mentaripun sudah akan terdengar. Sementara itu, mata saya tertuju kepada hal lain, yaitu jendela download yang masih menunjukkan 80% dari proses yang sedang berjalan. Ah, pikir saya sudah seharusnya saya berlari ke warnet atau setidaknya mencari sumber jaringan yang lebih cepat. Berbekal jaringan dari salah satu provider, saya mengunduh file dari sebuah situs, kecepatannya pun bak kuda yang sudah lelah berlari seharian. Tanpa mengeluh sedikitpun saya tetap melanjutkan proses mengunduh.

Sudah menjadi cerita lama bahwa begadang dalam hidup saya tidak bisa dihindari. Sejak sebelum saya menyandang gelar sarjana, saya sudah melakukan aktifitas ini berulang kali. Entah sekedar untuk mencari hiburan ditengah kesepian, atau bisa saja karena sedang on fire mengerjakan sesuatu. Yang tentunya semua ini berpangkal kepada satu hal, ganguan kesehatan.

Ya meskipun harus mengorbankan kesehatan, salah satu hal yang saya pegang adalah seperti yang disampaikan oleh Bang Haji Rhoma Irama, begadang boleh saja asal ada gunanya. Menurut saya, begadang menjadi bagian dari orang – orang sukses. Cieee.. karena menurut infomasi yang saya baca, ada beberapa tokoh di dunia yang memang mendedikasikan dirinya untuk berproses, get over yourself, sampai mereka mengalahkan diri sendiri, bahkan menyita waktu tidur mereka demi sebuah “proses”. Begitupun dengan apa yang saya lakukan. Saya rela menghabiskan waktu, hanya untuk mendapatkan warna yang bagus dari sebuah foto, atau bahkan untuk mendesain sound yang bagus dari karya music saya sendiri, dan tentunya dengan apa yang saya lakukan saat ini yaitu menulis.

Bagian dari hidup yang saya terus tekankan adalah bagaimana bisa mengalahkan diri sendiri, mencapai sesuatu yang belum pernah saya capai sebelumnya serta menghargai proses yang sedang saya jalani. Nah, tentunya begadang juga menjadi salah satu proses tersebut. hhe

Jadi sekian, cerita saya pagi ini, sudah waktunya tidur. Waktu sudah berjalan terlalu jauh, sementara tubuh ini lelah, jaringan saya juga lelah belum berhenti mengunduh dan masih akan terus mengunduh. Pukul 4 pagi, bukan sebuah ide yang baik untuk tidur, namun kita memerlukannya.

Percaya, suatu hari, effort dari apa yang kita lakukan dalam kehidupan tiap hari akan menuai hasilnya.



No comments:

Post a Comment

Never Stop Learn Designed by Templateism | Powered by Benuanta.ID Copyright © 2017

Theme images by richcano. Powered by Blogger.