Our Blog

Kisah Dibalik Sebuah Doa

Pernah kita berdoa untuk sesuatu, entah pekerjaan, kebutuhan, pasangan hidup, kesehatan, dan sebagainya namun belum juga kunjung mendapatkan jawaban dari TUHAN? Tentu pernah. Sayapun mengalami. Dalam tulisan kali ini saya tidak akan mengajarkan bagaimana cara berdoa ampuh yang bisa dijawab langsung  oleh TUHAN :D ahaha.. Namun saya akan berbagi sedikit cerita dan pengalaman saya terkait sebuah jawaban doa dan proses yang kita alami.
Sebuah doa tentunya adalah nafas kehidupan, dan hal yang rutin kita lakukan. Entah sebagai wujud komunikasi, permohonan, dan ucapan syukur kita pada TUHAN. Dalam firman-Nya pun TUHAN berkata bahwa apapun yang kita butuhkan kita harus sampaikan dalam doa kepada-Nya. Hal ini TUHAN sampaikan bahwa kita harus bergantung pada – Nya. Dan terkadang ada doa yang tak kunjung kita dapatkan padahal sudah terlalu lama kita menanti, sudah banyak sekali “format” doa yang kita sampaikan pada TUHAN.
Namun terkadang sadarkah kita bahwa ada pelajaran berharga yang TUHAN selipkan pada saat kita menanti jawaban doa. Ada hal – hal khusus yang TUHAN sediakan bagi saya dalam saya menanti setiap jawaban doa saya. Bahkan saat menulis artikel inipun merupakan sebuah hal (gain) yang saya dapatkan kala menanti jawaban doa saya hehee. Penantian jawaban doa itu saya sebut proses. Berikut beberapa pengalaman dan cerita saya mengenai proses yang saya alami dalam menanti jawaban doa saya.
1.       God Has Spesial Reason
Dalam berproses kita akan selalu bertemu dengan banyak hal, seperti yang saya sampaikan dalam tulisan saya sebelumnya. Siapapun, apapun, hal, dsb yang pernah melintas di dalam kehidupan kita selalu mempunyai tujuannya masing – masing. Bagi saya setiap hal dalam kehidupan saya merupakan sebuah pelajaran yang berharga. Dari berbagai hal yang saya temukan dalam kehidupan saya, selalu terselip berkat dan pelajaran berharga.
TUHAN akan selalu memberikan Special Reason  bagi tiap kita. Kenapa kita harus ada hari ini? Kenapa saya ada disini? Kenapa dan kenapa? Banyak pertanyaan yang harus kita ajukan kepada diri sendiri demi mengenal dan mengerti special reason dari TUHAN. Hidup kita saat ini selalu mempunyai tujuan. Meskipun saat ini entah banyak atau sedikit dari kita belum mencapai apapun yang kita doakan, bukan berarti hal itu tidak akan pernah datang. Kesabaran, Iman, Pengharapan merupakan benteng pertama yang harus menjadi barisan depan proses kita.
Sebuah perjalanan, dan proses juga mempunyai tujuannya sendiri (Baca Yakobus 1 : 2 – 4). Dibawah ini beberapa pengalaman saya membuktikan dimana sebuah proses perjalanan mempunyai tujuan.

2.       Mengubah
Sebuah proses perjalanan, atau penantian jawaban doa bagi saya bersifat mengubah. Yang pertama, yang jelas TUHAN sangat mampu mengubahkan atau mengabulkan apa yang kita minta. Semisal kita berdoa meminta TUHAN mengubah hati seseorang untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat, tentu IA mampu. Jangankan satu orang, satu kota pun TUHAN sanggup. Yang kedua, TUHAN mengubah diri saya sendiri. Menjadikan lebih dewasa, lebih siap, dan bersungguh – sungguh untuk mendapatkan apa yang saya ubahkan. Dan kemudian mengubah beberapa hal dibawah ini :

-          Kapasitas Diri/ Hati (Efesus 4: 7)
Yang saya maksud kapasitas hati dan diri adalah kesiapan kita dalam menerima setiap tanggung jawab dan konsekuensi dari jawaban doa kita. Firman TUHAN berkata bahwa kita harus setia dalam berbagai perkara kecil, maka kita akan diberi perkara yang lebih besar.
Dalam pandangan saya adalah kita sedang dibentuk dan diproses memperbesar kapasitas diri dan hati agar siap menerima yang dari TUHAN. Contoh, semisal kapasitas hati saya sekitar 10GB, dan hal yang sudah TUHAN siapkan bagi saya adalah 20GB, maka saya harus memperbesar kapasitas saya agar bisa menampung yang TUHAN siapkan untuk berikan. Penantian dan perjalanan itulah yang dimaksud dengan proses. Dan sebuah proses selalu butuh waktu (ex : perjalanan bangsa israel ke kanaan)
Contoh lain yang merupakan pengalaman saya sendiri. Saya sudah berdoa kepada TUHAN bahwa saya membutuhkan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan bidang saya, setahun menanti pekerjaan tak kunjung saya dapatkan. Setelah sekian lama saya renungkan, ternyata kapasitas diri saya sendiri tidak siap untuk menerima pekerjaan itu sendiri.
Saya harus mengajar, sebelum saya mengajar saya juga harus belajar, saya harus me-manage waktu saya dengan baik dsb.  Sedangkan selama ini saya belum bisa me – manage waktu untuk belajar, dan mempersiapkan bahan ajar.
Nah dari pengalaman tersebut saya jadi tahu bahwa kapasitas diri yang cukup harus terpenuhi dulu sebelum menerima jawaban doa. :D

-          Tempramen
Tempramen, mungkin lebih kepada gaya atau perilaku seseorang dalam menerima dan memberi tanggapan terhadap sesuatu. Sebenarnya poin ini sudah tercakup kedalam poin diatas. Namun bila dikaji lebih detail (ce ileeeh) maka tempramen berhubungan dengan tanggapan kita menerima jawaban doa dari TUHAN. Sebuah proses pematangan diri kita agar mengenal tempramen diri sendiri lebih dalam.

-          Emosi
Bila kita berbicara masalah emosi, akan kita temui marah, senang, sedih, takut, gembira, gugup, dsb. Nah, sebuah proses perjalanan menuju apapun yang kita doakan juga merubah bagian emosi kita. Emosi kita berkaitan dengan jawaban TUHAN akan semua doa dan harapan kita. Semisal (lagi ya) kita berdoa agar TUHAN memberi kita sebuah kepercayaan untuk memimpin, namun emosi kita belum memadai sebagai seorang pemimpin. Nah tentu butuh waktu dan proses untuk menempa agar bagian emosin kita siap menerima semuanya. Semisal juga kita berdoa untuk seorang pasangan hidup, tentu TUHAN sanggup mengubah hati si doi agar mau kepada kita. Namun, siapkah hati dan emosi kita menanggung semuanya kelak :D .. yah ini semua pandangan pribadi dan pengalaman saya semata.



 And Finally...
Jadi, kalau kita baca Ibrani 6:19 “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,” maka dapat dikatakan bahwa sebuah pengharapan lah yang membuat kita mampu bertahan dalam berproses. Pengharapan layaknya sauh (=jangkar) bagi jiwa atau kehidupan kita. Namun, dimana kah jangkar kita kita kaitkan atau kita taruh? Sudah pada dasar atau karang yang benarkah? Ini merupakan hal yang penting dan saya renungkan juga. Selama menanti jawaban doa, saya hanya menaruh pengharapan kepada Kristus saja. Sebab diluar Dia kita tidak dapat berbuat apa – apa kata firman – Nya.
Ingat pengharapan, iman dan kasih? Ketiga hal ini juga merupakan kombinasi resep untuk menemani kita selama menanti jawaban doa. Dan satu hal lagi.. SUKACITA. Ini penting! :D hehe

Dan akhirnya.... Tulisan saya ini tidak bermaksud menggurui siapapun, mengajar siapapun, atau meng – impress seseorang atau siapapun, hanya mau berbagi pengalaman saja. Hehe.. dan lebih banyak untuk mengajar diri saya sendiri. :D
Well.. Selamat menanti jawaban doa kita,  ingat bahwa TUHAN kita dahsyat

GOD bless you.. and, GOD bless everyone who read this article, Amen.
Jawan Udau a.k.a MC11




No comments:

Post a Comment

Never Stop Learn Designed by Templateism | Powered by Benuanta.ID Copyright © 2017

Theme images by richcano. Powered by Blogger.