sambungan post sebelumnya..
Dewi Lestari, seorang penulis yang saya sangat idolakan pernah menulis sebuah kalimat yang menggugah hati saya dalam cerpennya. Kalimat tersebut adalah “Sementara kebanyakan dari kita menjalani hari-hari seperti mayat hidup yang bergerak tapi mati, ada dan tiada, tanpa makna dan tujuan, tanpa menghargai keindahan dan keajaiban proses bernama hidup...”. Berapa banyak dari kita yang lupa dan tidak lagi menghargai kehidupan kita sendiri. Menghargai dan mensyukuri kesehatan, waktu, uang, keluarga, kesempatan dan sebagainya. Enggankah kita, bila harus berganti posisi dengan mereka yang terbaring dalam ambulance. Dengan penuh rasa malu dan tertampar, saya langsung bersyukur kepada TUHAN. Ucapan kekecewaan dan sedikit marah seketika berubah menjadi kalimat yang penuh syukur dengan sedikit bumbu penyesalan diatasnya. Tampak jelas dasar gelas, kosong melompong yang tidak berisikan apa – apa lagi. Langit mulai mendung dan saya langsung tancap gas, dan pulang. Setiap sisi kehidupan akan mempunyai cerita indah, entah keras ataupun tidak, akan selalu ada hal yang bisa disyukuri. Kembali kepada kita, persepsi kita akan kehidupan dan semua sensasinya. Pada setiap sisinya terselip makna, bila kita sanggup melihatnya.
- JU -
No comments:
Post a Comment