Our Blog

Under Attack

Under Attack!!!

Halo sahabat pembaca. Apa kabar semuanya? Semoga baik
Informasi, Gadget, Smartphone dan konco – konconya merupakan pembicaraan yang begitu hangat pada beberapa tahun terakhir. Zaman ini adalah zaman dimana setiap orang tanpa mengenal batas dan waktu dapat mengakses informasi secara bebas dan cepat. Bahkan perkembangan ini tidak lagi mengenal batas usia. Hampir disetiap kalangan usia kini dapat mengakses informasi dengan cepat dan mudah. Bahkan informasi yang saya dapatkan dari website kominfo.go.id menyebutkan bahwa ada sekitar 250 juta jiwa di Indonesia merupakan pengguna smartphone. Ini berarti informasi dan teknologi berkembang dengan cepat, dan Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang penggunanya cukup banyak.

Sumber : https://sellorelse.ogilvy.com/wp-content/uploads/2011/12/like_ale12.jpeg
Berbicara mengenai smartphone, informasi dan teknologi takkan terlepas dari sosial media. Ada begitu banyak varian dan jenis media sosial saat ini (you know lah kaann..). Social media dimaksudkan agar penggunanya bisa dengan lebih mudah berinteraksi dengan orang lain, juga menjadi sarana ekspresi diri. Bila kita tarik ulur jauh ke belakang dimana era tidak ada media sosial (saya sebut ini era pra sosmed.) zaman dimana handphone sangat sedikit dan penggunanya hanya kaum kapital saja, dan interaksi orang akan sangat terbatas, langsung, dan real. Berbeda dengan zaman ini, smartphone dan media sosial sepertinya sudah sangat menjamur di kalangan masyarakat (Indonesia atau Internasional). Bila kita harus kembali melihat fakta dan berbicara mengenai negara sendiri, Indonesia lagi - lagi merupakan salah satu pengguna Facebook terbanyak di dunia (dan mungkin media sosial yang lainnya).

Tanpa mengkambing hitamkan media sosial, saya melihat ada banyak perubahan yang terjadi kepada generasi ini seiring menjamurnya media sosial dan smartphone. Apakah ada yang salah dengan smartphone, gadget ataupun media sosial? Kebanyakan kesalahan dan dampak yang buruk (dalam analisa saya) berawal dari para pengguna yang belum bijak menggunakan media sosial. Bijak dalam mengakses, dalam memposting, dalam mencerna, dalam menerima informasi dari media sosial dan sebagainya. Saya sangat mengapresiasi tujuan mulia daripada semua Founder media sosial yang ada saat ini, dan saya bukan berasal dari kalangan garis keras hidup tanpa medsos dan gadget. Sebelum melanjutkan, saya beri nickname pada pengguna, sebut saja user.hhaha..

Tidak bermaksud berlebihan, bahkan saat ini para user yang belum bijak dalam menggunakan medsos tidak bisa memilih konten yang sesuai dengan garis usianya. Dan hal ini dapat mengarah kepada perubahan pola pikir/mindset. Saya kutip dari http://triwahyudi.com menyebutkan bahwa Mindset artinya : pola pikir seseorang yang terbentuk karena pendidikan, pengalaman serta prasangka. Pola pikir yang terbentuk akibat penggunaan medsos yang tidak bijak tidak selamanya buruk, dan tidak selamanya juga baik. Akibat dari sebuah pola pikir akan terefleksi kepada tindakan seseorang.

Saya tidak perlu harus terlalu jauh untuk mengambil contoh, dalam beberapa waktu yang lalu saya adalah contoh yang kurang bijak dalam menggunakan media sosial. Ini dalam segi waktu. Pagi handphone, siang handphone, makan juga sama handphone, hampir seluruh hari – hari kehidupan saya didominasi oleh smartphone. Era kehidupan saya sedang dijajah oleh penjajah bernama gadget (ceileeehh). Secara tidak langsung ada banyak waktu saya yang berharga dirampas oleh si gadget ini. Saya tidak berarti menyalahakan adanya gadget, namun saya hanya melihat adanya perubahan pola tindakan akibat penggunaannya yang tidak bijak. Secara perlahan kini beberapa user media sosial diarahkan kepada pola pikir yang tidak tepat, parahnya bila berujung pada tindakan yang tidak tepat. Ada banyak konten di media sosial yang kini tersebar luas di dunia virtual, berada disetiap persimpangan jalan lalu lintas ID, lintas dunia.

Sumber : http://assets.kompasiana.com/statics/files/14074329481166070440.jpg?t=o&v=300
Coba anda bayangkan, contoh.. bayangkan mengapa sekarang para “jomblo” menjadi bahan pembicaraan yang banyak di media sosial. Seakan mereka adalah kaum yang paling menyedihkan di dunia, sehingga setiap orang yang kini tidak mempunyai pasangan tiba – tiba berubah menjadi “serigala haus darah” kian kemari mencari pasangan. Contoh berikutnya, mungkin kalau teman – teman pernah melihat atau ikut serta dalam konten yang memuat “Like dan Amin” atau, Like if u love ur bla bla bla.. Ya memang sih, kebanyakan konten dan postingan semacam dibuat hanya untuk bahan lelucon dan asik –asikan semata. Masih banyak contoh lain yang mungkin sebagian besar dari kita sudah menyadarinya.

Saya tidak menyalahkan konten seperti ini, namun saya hendak mengajak kita untuk bijak menyikapinya. Kita hidup di dunia yang NYATA. Intinya, gunakan informasi, media sosial, gadget, dan smartphone atau apapun lah dengan bijak. Jadi smart user..
Thanks buat yang sudah baca uneg – uneg dan share saya. Semoga berguna.. hhe.

GOD BLESS U
Salam, Jawan Udau.


*to be continued*



No comments:

Post a Comment

Never Stop Learn Designed by Templateism | Powered by Benuanta.ID Copyright © 2017

Theme images by richcano. Powered by Blogger.