Tak
dapat dielakkan bahwa masa – masa penantian adalah masa yang cukup sulit dan
penuh suka duka.
Namun
satu hal yang tak dapat dipungkiri pula bahwa masa penantian adalah sebuah masa
emas, masa kebangkitan, masa pembelajaran, masa – masa yang indah, masa dimana
seseorang akan banyak berlatih dan menabung serta mengenal banyak hal tentang
diri sendiri. Hanya sedikit orang yang mengerti hal ini.
Masa
penantian biasanya menjadi masa dimana kita banyak menanti dengan kadar
kebosanan yang begitu dominan. Tak
sedikit didapati bahwa ada mereka yang tak lagi sanggup menanti dan mengambil
sebuah langkah yang justru malah menjadi langkah mati bagi mereka. Namun tak
sedikit pula mereka yang berhasil dalam masa penantian mereka dan kini
menggapai apapun yang menjadi penantian mereka. Terlepas dari berhasil atau
tidak, masa penantian sebenarnya membentuk sebuah kepribadian. Perubahan demi
perubahan terjadi di masa penantian entah ke arah yang baik atau buruk.
Patience is not ability to wait,
but how you act while you’re waiting.
Performa dalam menanti sangat menentukan masa depan kita bersama penantian
kita. Apa yang kita lakukan selama menanti? Apa yang kita dapat hasilkan selama
menanti? Apakah hanya sesal tak berujung? Apa hanya sebuah kehidupan yang kelam
dan suram? Atau hanya mampu menangis dan tak mau bangkit berbuat sesuatu yang
lebih berguna?
| http://standrewscitychurch.com/wp-content/uploads/2015/12/Waiting.jpg |
Mereka
yang berhasil dalam penantiannya adalah mereka yang berhasil menentukan apa
yang dinanti terlebih dahulu. Tanpa mengerti apa yang menjadi tujuan dari
penantian orang cendrung lemah dan kehilangan motivasi dalam menanti. Mengapa
demikian? Karena mereka kehilangan kendali dan out of track bahkan keluar dari koridor yang sudah ada. Tujuan yang
menjadi suram adalah salah satu alasan mengapa beberapa orang tidak menggapai
apa yang mereka nantikan. Jadi, menanti tanpa mengerti dengan jelas apa yang
dinanti adalah sebuah kekonyolan yang besar.
Perlu
diketahui dengan jelas, apa, siapa, dimana, dan mengapa anda menanti?
GOD Bless everyone who read this :)
No comments:
Post a Comment