Tidak
seorangpun lahir kedunia tanpa tujuan. Setiap orang sudah dirancang oleh TUHAN
untuk menjadi “seseorang”. Dalam diri tiap orang, TUHAN telah menaruh potensi
untuk menjawab tantangan pada zamannya masing – masing (Ps. Jeffrey Rachmat)
Meskipun
kita tidak bisa memprediksi rencana Allah bagi masa depan kita, namun Ia sudah
berjanji untuk menjamin semuanya (Amsal 23:18) .
Jalan
kita tak selalu sama dengan jalan orang yang ada disamping kita, kita tak
selalu akan menempuh jalan yang sama sekalipun tujuan kita sama. Banyak jalan
menuju ke Roma (baik atau buruk, pilih sendiri.. hahaha) *baca Amsal 3:31
Berjalanlah
terus dengan iman, berjalan selangkah demi selangkah dengan meyakini bahwa
Allah terus menyertai anda. Iman tidak perlu bukti, iman terkadang hanya perlu
tetap dan berani untuk dijalani. Sebab bukti merupakan bonus yang akan terus
ada seiring kita masih terus berjalan dalam iman.
Choose ur own way, but be sure
thats a truth way.
Waktu
dan proses menjadi bagian dari perjalanan setiap orang dan “performa”
ditentukan oleh orang yang menjalani. Perlu diketahui bahwa kepribadian dan
karakter dibentuk pula dalam perjalanan. Kerendahan hati menjadi salah satu
syarat utama untuk belajar serta meraih dan mencapai tujuan. Anda dapat memilih untuk tetap melakukan hal –
hal yang berguna saat anda sedang ditempa oleh setiap “badai” kehidupan.
Setiap
orang yang kita temui dalam hidup, mengajari kita sesuatu, dan setiap orang
yang hadir dihidup kita akan menjadi berkat atau sebuah pelajaran.
Mengenal
untuk mengalami, adalah sebuah hal yang mungkin kerap ditemui tiap orang, namun
hanya sedikit yang menyadari. Kita mengenal masalah, maka kita akan mengalami
proses. Namun dengan mengalami, kita menjadi mengerti dan “terpelajar”. Setiap
orang yang sudah “terpelajar” harus siap juga untuk “mengajar”. Mengajar tak
harus berbicara tentang ocehan-ocehan belaka, namun adalah sebuah sikap hidup
yang menjadikan orang yang sedang melihat lebih “terarah”. Karena “action speak louder than words..”
Tindakan dan kelakukan setiap hari akan lebih mudah mencerminkan kehidupan
“yang sesungguhnya” daripada kata – kata yang terucap.
Berjalan
terus, pilih jalan yang benar (saran saya jalan serta Yesus ), feel good, be good, and do good hehehe
sok english sekali. PELAJARI medan perjalananmu karena ada banyak orang - orang
yang perlu mendengar pengalaman perjalananmu. Abaikan segala sumber – sumber yang
negatif tapi tetap ambil pembelajaran yang mereka berikan secara GRATIS hehe...
Isi amunisi rohanimu setiap hari untuk memadamkan panah api dari si jahat
(Efesus 6 :16), selain itu memang tubuh kita lemah (Mat 26:41) dan butuh nutrisi rohani setiap hari.
To
be continued...... GOD Bless
*mohon koreksi bila bahasa inggris saya ngawur :D ahaha
Jawan
Udau
No comments:
Post a Comment