Jawab Yesus: “Bukan dia
dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus
dinyatakan di dalam dia” (Yoh 9:3)
Mungkin
sebagian besar dari kita sudah pernah mendengar bahkan membaca ayat diatas. Ayat
tersebut merupakan kutipan dari kisah tentang seorang yang buta sejak lahirnya yang
lebih lengkapnya di dalam Yohanes 9 :1-40. Kisah dalam cerita tersebut menceritakan
bahwa ada seorang yang sejak lahir telah mengalami kebutaan dan bertemu dengan
Yesus dalam sebuah kesempatan dan mendapatkan kesembuhan serta mujizat.
Namun,
tulisan kali ini tidak akan berbicara mengenai mujizat atau kuasa dan
semacamnya. Ini lebih kepada respon kita (khususnya saya) untuk bersyukur dan
bahkan fokus kepada pekerjaan TUHAN dalam kehidupan kita. Allah kita adalah
Allah yang penuh dengan kuasa dan begitu sanggup melakukan dan bekerja dalam
berbagai hal.
Pada
sebuah kesempatan saya sedang surfing
dan
kebingungan sebab tidak ada kegiatan (nyelo). Cursor saya terhenti saat melihat
sebuah video pada YouTube dengan judul “The Musical Genius”. The Musical Jenius
merupakan salah satu dari banyak akun yang menayangkan video tentang musik dan
dunia musik. pikir saya karena sedang nyelo
saya langsung membuka dan menonton video tersebut. Video berdurasi sekitar 46
menit tersebut menceritakan tentang seorang bernama Derek Paravicini. Namun 46
menit itu menjadi waktu yang sangat berharga untuk saya secara pribadi. Ada banyak
hal yang bisa saya pelajari dan renungkan dari video pendek tersebut.
Derek,
adalah seorang yang sejak lahir mengalami kebutaan, autis, dan lahir prematur
25 minggu. Terapi oksigen pada saat dalam kandungan mempengaruhi pengelihatan
Derek dan merupakan salah satu penyebab kebutaannya. Dengan kondisinya yang
sangat terbatas secara manusia ia harus dibantu oleh seorang dokter sekaligus trainer pribadinya.
Hari
demi hari yang dilewati Derek (mungkin) dalam pandangan kita merupakan hari –
hari yang begitu berat. Sebab selain memiliki kebutaan, ia pun autis. Sungguh sebuah
kenyataan dan hal yang sulit dibayangkan bila saya berada dalam posisinya. Namun
kenyataan yang ada sangat berbanding terbalik dengan apa yang ada dibenak kita
secara manusia.
Meskipun
buta dan autis, Derek mempunyai kelebihan yang luar biasa. Sejak kecil Derek
diberi sebuah piano tua oleh pengasuhnya. Derek kecil yang berusia kira – kira dua
tahun mulai bermain piano sejak itu. Siapa menyangka, orang seperti Derek
mempunyai kemampuan bermain piano yang dahsyat layaknya orang – orang “normal”
pada umumnya. Kemampuannya yang luar biasa adalah ia mampu memainkan setiap
nada yang ia dengarkan dengan sempurna hanya dengan sekali mendengarkan. Sungguh
merupakan sebuah kemampuan yang sangat luar biasa. Dalam video yang saya
tonton, Derek memainkan lagu The Flight
of Bumble Bee dengan dua piano sekaligus. Saya sungguh terperanga melihat
kemampuan bermain piano Derek. Kemampuannya untuk memainkan setiap nada dengan
tepat dalam tempo yang tepat dan stabil sungguh membuat saya gigit jari. Sebagai
seorang yang sedang belajar musik dan sudah bersekolah di consevatory selama 4 tahun saya merasa begitu malu terhadap seorang
seperti Derek. Dengan ketulusan ia memainkan nada demi nada dengan baik. Bukan hanya
kemampuannya dalam menebak nada, ia juga mampu bermain improvisasi jazz yang luar
biasa. Jari jemarinya menari gemulai diatas tiap tuts sembari memainkan The Entertainer karya Scoot Joplin. Di
usia tujuh tahun Derek sudah bermain dalam konser tunggalnya (saya aja belum
pernah konser tunggal... L )
Selain
konser tunggalnya masih banyak sederet prestasi yang luar biasa yang sudah
dicapai oleh Derek. Diantaranya bermain dengan Philharmonic Orchestra, bermain
di Ronnie Scoot’s Jazz Club, dan membuat buku biografinya yang berjudul In The Key of Genius oleh Adam
Ockelford.
Melihat
kisah Derek, sungguh sebuah kenyataan yang mengharukan sekaligus sebuah pukulan
untuk saya secara pribadi. Seorang dengan banyak kekurangan namun semua
kekurangan itu tak lebih banyak daripada prestasi dan berkat yang bisa ia
bagikan kepada orang lain. Mungkin kita mengenal beberapa nama yang mungkin
memiliki kehidupan dengan penuh kekurangan (menurut pandangan kita)hampir sama
dengan Derek, diantaranya Nick Vujicic, Hellen Keller, Rex Lewis-Clark dan
masih banyak lagi. Dan luar biasanya dalam kekurangannya, mereka justru menjadi
orang – orang yang luar biasa.
Kembali
kepada diri saya sendiri. Saya menyadari bahwa setiap orang mempunyai potensi
dalam dirinya, dan potensi itu sudah diletakkan oleh Allah sejak lahir bahkan
sejak dalam kandungan. Semua sudah dirancang Allah “baik”. Namun tak jarang
saya mendapati diri saya begitu banyak melihat dalam sudut pandang dan kacamata
yang negatif. Saya hanya melihat banyak kekurangan, tapi saya tidak pernah
fokus kepada setiap pekerjaan dan anugerah Allah dalam diri saya.
Sebenarnya
ada begitu banyak potensi dan pekerjaan Allah yang harus dikerjakan lewat diri
kita. Namun saya sendiri jarang menyadari hal ini. Setelah membaca bagian firman
TUHAN ini beberapa waktu yang lalu saya menjadi sadar dan kini terus mencari
dan menggali potensi apa yang harus saya kembangkan dan keluarkan dari diri
saya. Buah apa yang Allah kehendaki untuk saya bagi kepada orang – orang sekitar
dan apa yang menjadi gairah saya dalam Kristus.
Kisah
dan kesaksian hidup Derek, mengajar saya untuk terus mengucap syukur dan menjaga
tubuh saya (rohani & jasmani) dengan benar. Mengajar saya untuk terus
belajar dan jangan pernah berhenti. Sebab berkat ketekunan dan kerja keras lah
seorang Derek bisa menjadi seperti hari ini. Jadi bukan hanya menerima anugerah
semata namun juga terus mengusahakannya (layaknya taman eden yang ditugaskan
bagi Adam oleh Allah) hihihi..
Besar kemungkinan dan bahkan sangat mungkin bagi kita untuk menjadi besar dan
bertumbuh serta berbuah. Kasih Karunia Allah sangat cukup, namun kita mempunyai
tugas untuk memikul salib dan membayar harga untuk semua itu. Saya harus kerja
keras, saya harus berjuang, saya harus belajar. Allah akan melengkapi segenap
usaha dan kerja keras kita.
Gali
dan cari terus potensi apa yang bisa kita kembangkan dalam diri kita. Temui Allah
setiap hari dan tanyakan apapun bila kita mengalami kesulitan. Jangan lupa
bersyukur, sebab bersyukur merupakan tindakan iman yang menyatakan bahwa Allah
sudah bekerja. :)
Never
stop learning.. Imanuel
Jawan
Udau
Beberapa sumber yang
mungkin teman – teman bisa akses untuk informasi lebih :
2.
https://www.youtube.com/watch?v=cbqjxmTNivQ
No comments:
Post a Comment