PHISING
Sebagai orang yang awam mungkin istilah
diatas terdengar asing di telinga. Dengan berkembangnya teknologi di era ini,
segala sesuatunya tampak mudah karena diberikan kenyamanan serta keluasan dalam
mengakses informasi dan kebutuhan. Di era teknologi ini bukan menjadi sebuah
hal yang dapat dielakkan bahwa tekonolgi dapat digunakan secara bebas dan
mudah. Termasuk didalamnya digunakan untuk melakukan berbagai kejahatan.
Ada banyak modus kejahatan dunia
maya atau cyber crime. Tujuan dari
kejahatan dunia maya ini biasa berujung pada penipuan dan segala sesuatu yang
mengakibatkan kerugian. Salah satunya adalah PHISING. Phising merupakan salah satu kejahatan dunia maya yang
mencoba “memancing” para user dunia maya untuk memberikan informasi pribadi
mereka (informasi penting dan bersifat pribadi seperti password, pin serta data penting lainnya). Phising banyak menyerang jejaring media sosial
(Facebook, e-mail, twitter, BBM dsb).
Cara kerja phising adalah dengan
mengirim pesan instan dan spam e-mail yang
berisi alamat web atau url yang palsu yang akan men-direct kita ke alamat web tertentu yang sudah disiapkan oleh sang hacker. Untuk kasus peretasan akun BBM
sendiri, alamat web atau url yang di kirim kepada kita akan men-direct ke sebuah laman web yang dikenal
dengan FAKE LOGIN. Fake Login ini merupakan laman berisi form dimana kita
diminta untuk mengisi username dan password.
Menurut situs https://support.google.com/websearch/answer/106318?hl=id
menyebutkan bahwa serangan phishing
terjadi ketika seseorang mencoba untuk menipu Anda agar berbagi informasi
pribadi secara online. Phishing biasanya dilakukan melalui email, iklan, atau
melalui situs yang tampak mirip dengan situs yang telah Anda gunakan. Misalnya,
Anda mungkin mendapatkan email yang terlihat seperti dari bank yang meminta
Anda untuk mengonfirmasi nomor rekening bank.
PHISING digunakan untuk penipuan
Dalam satu minggu terakhir ada dua
kasus peretasan akun BBM (Blackberry Messenger) yang saya temui. Dimana keduanya
merupakan kolega dan kerabat dekat. Hacker
menggunakan serta meretas akun BBM untuk melakukan penipuan dengan modus
MINTA PULSA. Kecurigaan saya mulai muncul saat akun tersebut mengirim pesan
siaran atau broadcast dengan bahasa
yang (maaf) alay. Dari segi penulisan chat saya sudah menduga bahwa ini bukan
berasal dari pengguna akun asli melainkan hacker. Setelah meminta pulsa, akun tesebut
mengirim pula sebuah pesan siaran berisi link dan alamat web. Nah, dari situ
saya sudah menduga bahwa memang benar salah satu kolega ini telah menjadi
korban PHISING. Kasus kedua datang dari satu kolega yang saya rasa sudah
mengakses alamat web yang di broadcast sebelumnya. dengan modus sama yaitu
MINTA PULSA. Kasus phising ini terjadi bukan hanya satu – dua kali. Di internet
sendiri ada sekian banyak yang memberitakan mengenai kasus PHISING yang sudah
terjadi
User yang “gaptek” merupakan sasaran empuk para hacker
Perkembangan teknologi yang begitu
cepat menjadi ladang yang sangat menjanjikan bagi para hacker untuk menuai
keuntungan. Kini hampir seluruh rana kehidupan bisa dikaitkan dengan teknologi.
Bahkan dari orang usia muda hingga tua pun setidaknya memiliki smartphone dan 1 akun di media sosial.
Dizaman ini kita bukan hanya
dituntut untuk melek teknologi, namun juga bijak untuk menggunakan teknologi. Kebanyakan
dari mereka yang menjadi korban PHISING adalah mereka yang tidak gaptek namun
belum melek benar tentang teknologi. Yang hanya menjadi pengguna dan tidak
pernah memikirkan resikonya. Betapa bijaknya
jika kita sebagai pengguna bukan hanya mencari keuntungan atau kelebihan dari
teknologi tetapi juga memperkirakan resiko bahkan hal – hal negatif yang dapat
ditimbulkan oleh teknologi. Terkadang banyak dari kita yang mengabaikan hal –
hal tersebut.
Para user yang belum mengerti betul
tentang resiko ini terkadang menggunakan teknologi secara sembarangan dan
beresiko. Salah satu hal beresiko lainnya adalah dengan menyebarluaskan
informasi akun pribadi di media sosial dengan tujuan memperbanyak jaringan dan
teman (misal pin bbm dan line id dsb). Ini tidak ada salahnya, namun sebagai seorang pengguna
kita harus mengerti baik dan buruknya.
Situs – situs porno juga merupakan
salah lahan siap olah yang sangat menjanjikan bagi para hacker. Jadi untuk
teman – teman yang (maaf) suka mengakses situs porno anda sangat beresiko dan
rentan jadi korban phising. Biasanya para hacker akan mengirim pesan spam yang
berisi situs porno namun, setelah diakses alamat tersebut malah mengarahkan
anda kepada laman web fake login.
Mencegah PHISING
Kita semua beresiko menjadi korban
PHISING, namun alangkah bijaknya bila kita mereduksi resiko tersebut dengan bijak
dalam menggunakan teknologi. Untuk mencegah agar kita tidak menjadi korban
PHISING ada berjuta cara yang sudah dibeberkan di internet. Dikutip dari http://tekno.kompas.com/read/2009/05/27/17001058/10.tips.mencegah.serangan.phising
Kaspersky LAB memberikan beberapa tips untuk mencegah serangan PHISING, yaitu :
1. Untuk situs
sosial seperti Facebook, buat bookmark untuk halaman login atau mengetik URL
www.facebook.com secara langsung di browser address bar.
2. Jangan
mengklik link pada pesan email.
3. Hanya
mengetik data rahasia pada website yang aman.
4. Mengecek
akun bank Anda secara regular dan melaporkan apapun yang mencurigakan kepada
bank Anda.
5. Kenali
tanda giveaway yang ada dalam email phising:
-
Jika hal itu tidak ditujukan secara personal kepada
anda.
-
Jika anda bukan satu-satunya penerima email.
-
Jika terdapat kesalahan ejaan, tata bahasa atau
sintaks yang buruk atau kekakuan lainnya dalam penggunaan bahasa. Biasanya ini
dilakukan penyebar phising untuk mencegah filtering.
6. Menginstall
software untuk kemanan internet dan tetap mengupdate antivirus.
7. Menginstall
patch keamanan.
8. Waspada
terhadap email dan pesan instan yang tidak diminta.
9. Berhati-hati
ketika login yang meminta hak Administrator. Cermati alamat URL-nya yang ada di
address bar.
10. Back up
data anda.
Tuntutan untuk menjadi Smart User
Dizaman yang serba instan kita
sangat dimanjakan dengan berbagai fitur yang diberikan oleh teknologi. Namun jangan
pernah terbuai di dalamnya. Seberapapun canggihnya, teknologi dibuat oleh
manusia dan jangan sekali – kali bergantung pada teknologi dan bahkan terjajah
olehnya. Kita dituntut untuk lebih smart dari teknologi itu sendiri karena
teknologi bukan hanya tentang kemudahan, tetapi juga resiko dan kriminalitas. Smart
User adalah sebuah keharusan bagi kita. Jadi, jangan cuma punya smartphone,
tetapi juga punya kemauan untuk jadi seorang SMART USER..
Semoga informasi ini bermanfaat
bagi kita semua.. jangan lupa share J
GOD Bless
Salam,
Jawan Udau a.k.a Melson Chon
No comments:
Post a Comment